Perlunya konservasi hutan mangrove sebagai ekowisata di kawasan Sungai Wain Balikpapan dikarenakan banyak terjadinya alih fungsi hutan mangrove yang menyebabkan terancamnya ekosistem dan habitat yang ada di hutan mangrove tersebut. Konservasi hutan mangrove sebagai ekowisata merupakan salah satu cara memelihara hutan bakau tetap lestari. Hutan bakau memiliki banyak sekali manfaat yang dapat kita temui dari segi fisik, biologi, kimia dan ekonomi, yang dimana bila dikembangkan kedepannya akan memberikan manfaat yang sangat besar kepada lingkungan dan juga masyarakat tentunya.
Masyarakat seharusnya sedari dini menyadari akan dampak yang terjadi dikarenakan alih fungsi hutan mangrove dan dampak kepada ekosistem dan habitat yang hidup di dalam hutan mangrove, namun masyarkat sendirilah yang memberikan ancaman terbesar kepada hutan dan kelestarian hutan mangrove. Penkonversian hutan mangrove menjadi areal pengembangan perumahan, industri dan perdagangan membuat berkurangnya lahan dari hutan mangrove, yang diperkirakan akan punah dikarenakan perkembangan yang melibatkan hutan mangrove kedalam kepentingan pribadi masyarakat.
Oleh karena itu, upaya pengkonservasian hutan mangrove sebagai ekowisata di kawasan Sungai Wain Balikpapan merupakan strategi awal yang sangat baik, mengingat pengembangan ekowisata akan memberikan banyak sekali manfaat positif, salah satunya adalah peletarian lingkungan dan juga turut mensejahterakan rakyat dibanding terus berdiam diri membiarkan kekayaan hutan mangrove yang kita miliki punah dikarenakan pengalihan fungsi hutan mangrove. Memulai untuk memiliki kesadaran akan pentingnya melestarikan alam dan budaya yang kita miliki merupakan salah satu upaya yang dapat kita lakukan jika menginginkan bumi kita tetap hijau dan lestari.
* artikel ini merupakan hmework bid.study Ekowisata (m'ngmntari sebuah jurnal Ekowisata bertemakan lingkungan, sy ambil dri jurnal Ekowisata pada link ini http://eprints.upnjatim.ac.id/1265/2/edi-mulyadi%26okik.pdf) save the green!! ^^
